Dr De Farabi A Rafiq Angkat Suara Pemkot Depok Tak Hentikan Program UHC Demi Kemanusiaan

KOTA DEPOK || Sorot Tipikor
Kesehatan adalah keadaan sejahtera utuh secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan yang memungkinkan seseorang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Ini mencakup fungsi tubuh yang baik, kebahagiaan jiwa, hubungan sosial yang harmonis, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.

Bentuk kepedulian terhadap warganya, Pemerintah membuat program Universal Health Coverage (UHC), atau Cakupan Kesehatan Semesta adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan seluruh penduduk memiliki akses adil terhadap layanan medis promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, bermutu, tanpa kesulitan finansial. UHC merupakan bentuk komitmen pemerintah (termasuk daerah) agar warga dapat berobat gratis.

Seperti diketahui belakangan ini warga kota Depok bereaksi keras atas dihapusnya program UHC. Banyak dari mereka yang tengah menjalani pengobatan berkala seperti cuci darah. Namun Pemkot Depok enggan mengeluarkan anggaran dari APBD untuk program UHC ini.

Mirisnya, saat warga Depok menjerit atas penghapusan program Universal Health Coverage (UHC) oleh Pemkot Depok, hanya ada beberapa Wakil Rakyat saja yang masih punya nyali untuk berteriak lantang mengkritisi kebijakan Pemkot Depok tersebut. Padahal mereka dipilih untuk membela kepentingan rakyat Depok. Bukan sekedar pencitraan pemenuhan janji-janji politik.

Terkait dengan dihapusnya program Universal Health Coverage (UHC), oleh pemerintah setempat, layanan kesehatan sangat terganggu. Karena birokrasi yang dianggap menyulitkan masyarakat.

“Jadi demi kemanusiaan, berharap Pemkot Depok tidak menghentikan program Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan sejak pemerintahan sebelumnya,” ujar anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. dr. Farabi El Fouz A. Rafiq, kepada pewarta Jumat (6/2/2026).

Ia menyebutkan, bahwa UHC adalah bentuk pemerintah kota hadir ditengah masyarakat kota Depok. Bentuk kepedulian pemkot pada kesehatan warganya.

“Bahkan, Pemerintah kota Depok periode sebelumnya sudah mendapatkan penghargaan terkait UHC kami harap itu ditingkatkan atau minimal dipertahankan. Jangan malah dihentikan,” ucap Farabi.

Diceritakannya, bahwa akhir-akhir ini banyak masyarakat berpenyakit kronis yang sudah biasa berobat, namun terancam kesehatan nya karena terputus nya UHC, sehingga hak masyarakat untuk sehat tanpa pandang bulu terhambat.

Selain itu, tak hanya Kota Depok, banyak kabupaten/kota yang juga mengalami efisiensi anggaran, tapi mereka tetap mempertahankan status UHC kabupaten/kota tersebut. Jangan sampai Kota Depok tertinggal demi kemanusiaan.

“Karena, kesehatan adalah hak dasar rakyat yang wajib kita penuhi salah satunya melalui UHC sehingga hak tersebut dapat terpenuhi tanpa pandang bulu dan kasta,” tandas Farabi, yang juga Ketua DPD Golkar Kota Depok itu.( Tim/ Yanny.M )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *