Warga RT 024 Adakan Cucurak Munggahan Menjelang Datang nya Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Sukabumi.-Media Sorot Tipikor

Minggu 15 Febuari 2026 Jelang Ramadan, masyarakat RT 024 RW 006 punya tradisi seru bernama Cucurak. Di balik tradisi tersebut terdapat fakta menarik, seperti sejarah dan filosofi.
Ramadan selalu disambut dengan beragam tradisi unik di Indonesia. Salah satunya makan bersma, tradisi khas masyarakat perum BCA

Menjelang puasa, Bapak-bapak Ibu-Ibh dan Anak anak . berkumpul Di Lapangan RT 024 dalam suasana hangat. silaturahmi,Doa Bersama dan makan bersama yang penuh kebersamaan.

Cucurak bukan sekadar tradisi turun-temurun. Di baliknya tersimpan nilai spiritual, sosial, dan filosofi kehidupan.

Makna inilah yang membuat Cucurak tetap lestari hingga kini. Dikutip dari berbagai sumber, berikut fakta menarik di balik tradisi jelang Ramadan ini:

1. Berasal dari budaya Sunda yang diwariskan turun-temurun
Ratusan warga Perumahan BCA Dan Berbagai Suku Hadir Di RT 024 RW 006 Cucurak/Munggahan Di Lapangan RT 024 Perum BCA dengan makan nasi liwet.

Saat Umat Islam masuk, maknanya bertransformasi menjadi persiapan Ramadan. Unsur budaya Suku dan agama kemudian menyatu.

Cucurak berkembang pesat seiring penyebaran Islam di Jawa Barat. Periode ini terjadi sekitar abad ke-15 hingga ke-16.

Ulama memanfaatkan tradisi lokal sebagai media dakwah. Nilai Islam dimasukkan tanpa menghilangkan adat Sunda

Akulturasi ini membuat Cucurak diterima luas di masyarakat Sunda.Dan campuran yang ada di Perum BCA ini Tradisi ini bertahan lintas generasi dan tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Di samping itu juga di sela sela Pidato nya Pak Siswoyo menyampaikan Kabar Gembira Bahwa Di Blok D dan F Akan Segera Di Aspal Hotmix Dan Akan Di Bangun Gapura ujar nya:

Reporter :Rio Julianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *