Ketua BK DPRD Tanah Bumbu Dorong Gerakan Anti-Bullying, Wujud Kepedulian Nyata terhadap Dunia Pendidikan
BATULICIN,Sorottipikor.com//
– Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim, kembali menunjukkan komitmennya terhadap kemanusiaan dan dunia pendidikan dengan menyerukan gerakan kampanye anti-bullying di seluruh satuan pendidikan. Seruan ini menjadi wujud nyata kepedulian beliau terhadap masa depan generasi muda di Bumi Bersujud.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kasus perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah merupakan ancaman serius bagi tumbuh kembang anak. Ia menegaskan bahwa fenomena bullying tidak bisa lagi dianggap sepele, karena dampaknya bisa merusak kepercayaan diri, psikologis, hingga masa depan peserta didik.
“Sudah saatnya kita hentikan budaya negatif ini. Anak-anak harus merasa aman dan dihargai di sekolah. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang mendidik, bukan menakutkan,” tegas Abdul Rahim saat ditemui di ruang Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Rabu (5/11/2025).

Abdul Rahim menginisiasi agar kampanye anti-bullying digalakkan secara masif di semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, bahkan pesantren. Kampanye ini akan mengedepankan pendekatan edukatif dan partisipatif, melibatkan guru, mahasiswa, serta komunitas pendidikan sebagai agen perubahan.
“Kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang penuh kasih, aman, dan inklusif. Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga membentuk karakter yang berempati dan saling menghormati,” ujarnya.
Tak hanya itu, Abdul Rahim juga mendorong agar mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut berperan aktif dalam menyebarkan pesan anti-bullying, baik melalui kegiatan langsung di sekolah maupun melalui media sosial. Ia menilai, platform digital seperti Instagram dan TikTok bisa menjadi sarana efektif untuk menyebarkan pesan positif di kalangan muda.
“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai inspirator. Mereka bisa membuat konten kreatif tentang bahaya bullying dan pentingnya menghargai perbedaan. Pesannya akan lebih mudah diterima oleh generasi sebayanya,” tambahnya.
Upaya yang digagas Abdul Rahim ini mulai menunjukkan hasil. Beberapa sekolah yang telah mengikuti kampanye mencatat peningkatan kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan. Banyak peserta didik kini lebih berani bersuara melawan tindakan bullying dan memilih menjadi pelindung bagi teman-temannya.
“Kita patut bersyukur karena perubahan positif ini mulai terlihat. Semakin banyak siswa yang berani berkata ‘tidak’ pada perundungan. Ini bukti bahwa edukasi moral masih menjadi kekuatan terbesar dalam dunia pendidikan,” ujarnya dengan optimis.
Lebih jauh, Abdul Rahim menegaskan bahwa gerakan anti-bullying ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan gerakan moral berkelanjutan yang akan terus diperjuangkan. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, mulai dari DPRD, Dinas Pendidikan, lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas, agar program ini dapat berakar kuat dan memberi dampak nyata.
“Kita ingin gerakan ini menjadi budaya baru di dunia pendidikan Tanah Bumbu — budaya saling menghargai, saling peduli, dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya.
Melalui inisiatif dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, Abdul Rahim tak hanya tampil sebagai wakil rakyat, tetapi juga sebagai figur pemersatu dan inspirator bagi generasi muda Tanah Bumbu. Gerakan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
(Indra.s)

