Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jonggol: Camat Ajak Perkuat Sinergitas Sambut Bonus Demografi

JONGGOL —Sorot Tipikor //
Halaman Kantor Kecamatan Jonggol menjadi saksi peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang digelar dengan khidmat pada Selasa, (28/10/2025).

Dalam upacara bendera tersebut, Camat Jonggol, Andri Rahman, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda, untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menyambut era bonus demografi pada tahun 2030 dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

Di hadapan berbagai unsur penting di wilayahnya, Camat Andri Rahman menyampaikan pidato yang menyoroti peran strategis pemuda. “Ini adalah hari yang sangat berbahagia untuk kita, Sumpah Pemuda ke-97.

Ini merupakan tonggak sejarah kita untuk tadi mempersiapkan diri. Karena 2030 adalah bonus demografi,” ujar Andri. Ia menekankan bahwa bonus demografi akan menempatkan para pemuda sebagai mayoritas populasi, sehingga kesiapan mereka sangat krusial.

Andri melanjutkan, “Yang berikutnya adalah 2045 adalah Indonesia Emas. Yang sudah berumur sekarang 40 tahun ke atas, atau 50 tahun ke atas adalah orang tua-orang tua. Yang berumur sekarang ini masih belasan, [harus] persiapan.” Pesannya jelas, para pemuda saat ini adalah penentu masa depan bangsa.

Dalam pidatonya, Camat Andri juga menyerukan persatuan dan kolaborasi di wilayahnya. Ia berharap agar silaturahmi, kolaborasi, dan sinergitas antarwarga terus diperkuat demi kemajuan Kecamatan Jonggol.
“Tidak ada permasalahan yang tidak kita bisa bicarakan.

Tidak ada permasalahan yang tidak bisa kita musyawarahkan. Semuanya demi Kecamatan Jonggol,” tegasnya. Ia mengingatkan agar gesekan-gesekan di antara pemuda dapat dihindari, sehingga seluruh warga dapat bersama-sama membangun Jonggol yang lebih baik.

Selain pidato Camat, peringatan Sumpah Pemuda juga dimeriahkan dengan pembacaan teks yang menyentuh. Teks tersebut mengajak para pemuda untuk terus bergerak dan bersatu. “Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, hari ini kita berdiri di bawah langit merah putih. Langit yang dulu menaung para pemuda tahun 1928,” demikian penggalan isi teks tersebut.

Teks itu juga membandingkan perjuangan masa lalu dengan masa kini. “Hari ini juga sekitar berbeda, kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras dan kejujuran,” namun semangatnya tetap sama, yaitu Indonesia harus berdiri tegak. Para pemuda diyakini bukan sekadar pelengkap sejarah, melainkan penentu sejarah berikutnya, seperti yang digaungkan oleh Presiden.

Acara ditutup dengan semangat membara yang terpancar dari seruan penutup. “Mari kita jaga api perjuangan ini. Mari kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar,” demikian pernyataan di akhir acara. Peringatan ini diakhiri dengan yel-yel “Salam Pemuda! Jaya Jaya Jaya!” yang membangkitkan semangat seluruh peserta.

Dengan tema “Pemudi bergerak, Indonesia bersatu,” peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat Jonggol untuk bersatu, berkolaborasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan, demi terwujudnya Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia.

Pewarta : Yanny M.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *