Kodim 0606 kota Bogor Turunkan Personil Amankan Area Istana Bogor Paska Unjuk Rasa Mahasiswa KAMMI

Bogor,–Sorottipikor.com l Kodim 0606/Kota Bogor yang hari ini menurunkan kurang lebih 40 personil untuk mendampingi kepolisian dalam pengamanan demonstran Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang menggelar aksinya didepan istana bogor ,

Mahasiswa yang menggelar demo di depan istana bogor dengan desakan tolak RUU HIP itu berasal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota bogor.

Dalam orasinya, Ketua Pengurus Daerah (PD) KAMMI Kota bogor Arif menandaskan, “penyusunan RUU HIP yang memasukkan Trisila dan Ekasila maupun ketuhanan yang berkebudayaan ke dalam pasalnya sama dengan mereduksi niai-nilai Pancasila”, tegasnya

“Ini juga mengundang kontroversi dengan mengabaikan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 sebagai satu kesatuan”, Tungkasnya,

“Landasan perundang-undangan tentang Pancasila telah diatur di dalam TAP MPR No XX/1966 juncto TAP MPR No V/1973, TAP MPR LX/1978, dan TAP MPR No III/2000. Artinya, meniadakan atau tidak mencantumkan TAP MPRS No XXV/1966 dalam RUU HIP termasuk masalah serius”, Sambung Arif,

“Dengan kondisi itu, mereka menolak RUU HIP dan meminta DPR RI menarik draft tersebut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Sementara Wahyu hidayat selaku juru bicara (jubir) mahasiswa menyampaikan, “kami tidak ingin adanya perpecahan ke Bhineka an dibangsa ini karna kita sudah sepakat 75 tahun yang lalu bahwa pita ke bhinekaan pancasila sudah mengikat dari sabang sampai merauke,tetapi dengan adanya RUU kami disini ketua ketua lembaga tidak ingin RUU ini sebagai pemicu dari pemecah belah bangsa”, wahyu menyampaikan saat di konfirmasi awak media,

Wahyu juga menambahkan, “silahkan masyarakat tafsir itu kami disini hanya membawa aspirasi masyarakat yang tidak ingin Bangsa ini Terpecah Belah”, Tegasnya

Rasa terimakasih juga disampaikan wahyu hidayat kepada TNI dan Polri yang Telah Mengamankan Area Unjuk Rasa ,

Hal senada juga disampaikan Arif ketua KAMMI Bogor, “Seperti yang kita ketahui kondisi negara terpolarisasi menjadi dua bagian ada extrim kanan dan extrim kiri hari ini kita menolak RUU HIP agar pancasila ini jadikan alat gebuk kita memilik teklaen kita sama sama menjaga pancasila”, Masih Arif Menambahkan.

“Jangan sampai pancasila ini hanya untuk kepentingan semata hanya kepentingan politik, padahal pancasila lebih dari itu pancasila jangan sampai dijadikan sebuah alat politik untuk mengebuk lawan lawan politiknya, kita menginginkan pancasila menjadi sebagaimana mestinya pancasila sebagai alat persatuan kesatuan Republik seluruh lndonesia”, pungkasnya

( M ibing)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published.