Menguak Dibalik Polemik Objec Wisata Curug Ciputri

Kab Bogor,- Sorotperadilan.com
Sepeninggal Perum Perhutani Munculan sejumlah persoalan, sengketa lahan terjadi antara warga dengan Taman Nasional Guning Halimun Salak II di wilayah blok Ciputri, persi warga blok kambing Desa Tapos 1, kecamatan Tenjolaya kini mencuat

Terkuak nya kasus ini, ketika pihak Taman Nasional hendak melakukan penertibkan bangunan yang berdiri di lahan yang di klaim masuk jona wilayah di Taman Nasional Gunung Halimun Salak ( TNGHS ) II, hal ini di sampaikan Kepala Balai Taman Nasional Ir.Aweng Supranata disela acara mediasi Audensi di Alua gedung Kecamatan Tenjokaya, Senin (1/7/2019 ) Jam 11.00

Ir Aweng Supranata
“dalam kesempatan ini kami ingin membahas sesuai aturan yang berlaku, mengingat 2 bangunan atas nama pak Rais dan pak Saiban berada di jona wilayah taman nasional,”menurutnya

Lanjutnya, “kalau di lihat secara aturan hukum, hukum harus di tegakan, namun demikian kami akan mengutamakan atau mengkedepankan pendekatan persuasif “

Ironis, pasalnya sudah hampir 10 tahun lebih mereka menempati bangunan tersebut, walaupun memang di dalam lampiran bukti jual beli 17 maret 2014, baru berjalan kurang lebih 5 tahun. Di surat segel tersebut tertera dengan jelas tanda tangan pihak penjual dengan 7 saksi ahli waris juga diketahui Kepala Desa dan terbubuh cap atau stemple pemerintah Desa

Ada kesan aneh dibalik persoalan ini, kesan ini muncul di benak masyarakat lantaran menurut mereka kenapa baru di era ini di persoalkan??? sehingga menuai polemik, banyak tanya dari kalangan masyarakat Desa Tapos 1, pandangan negatif pun bermunculan terhadap para pemangku kebijakan

Hal ini disampiakan Jumri (65)warga Rt 01 Rw 07,Sugandi Rt 04 Rw 06 dan Sugandi perwakilan ahli waris penjual menurutnya “dulu 60 an tahun yang lalu waktu jaman nya perhutani abah saya diangap memiliki jasa kepada pemerintah (membuka lahan) dikasih lah lahan itu, sampai saya tanyakan sendiri ke orang tua saya,”tegasnya
Lanjutnya, “loh kenapa sekarang-sekarang ini seperti ini di persoalkan nya” pungkasnya keheranan

Juga menurut warga masyarakat sekitar D inesial “Kesan pembiaran inilah sehingga tercipta situasi gaduhan di kalangan masyarakat, hal ini terbukti dengan diadakan nya pertemuan antara piha terkait, yang aneh nya kenapa di kantor Kecamatan tidak di kantor Desa saja??? “

Dalam acara ini dihadiri pihak yang bersengketa :
Kepala Balai TNGHS II Ir Aweng Supranata
Kepala Resold Sukirman TNGHS II
Ket. Rt 04 Sugandi
Perwakilan Saiban Hero Akbar Alias Moses
Ket. Rw 07 juga sebagai Ahli waris Sanen

Mantan Kepala Desa berhalangan hadir
Plt. Kepaka Desa Indra Jaya.

Turut hadir Camat Tenjolaya Ishak Meru S.H.MM

Kapolsek Ciampea diwakili kanit Intel Ipda Endang Rusyana

Danramil 2114 Ciampea Kap. Bambang Mujianto

masyarakat Umum diwakili Supendi

Acara dimuali jam 11.14

Camat tenjolaya disela sambutan rasa kecewa terhadap mantan kepala Desa muncul
Camat “yang kita tunggu-² sebagai kunci dari akar persoalan ini sebetulnya bukan saja masyarakat yang juga warga Kami, akan tetapi juga mantan kepala Desa, namun sangat disesalkan bilau berahalangan hadir,”

Lanjutnya, dengan hadirnya diacara ini kami akan mengetahui kronologis permasalahannya, dengan memperlihatkan bukti apa saja yang di miliki oleh 2 warga kami a/n Rais dan Saiban tersebut, walaupun sebetulnya ini adalah dalam rangka mewujudkan program nya pemerintah pusat terkait Geopark pongkor, namun demikian tetap ini warga kami harus di selesaikan secara bijaksana, tanpa ada yang di rugikan”tutup nya

Di lain tempat Jumri (65)warga tapos 1 Salah satu ahli waris mengatakan “kalaupun tanah itu di kalim milik Negara,ya.. kami juga masyarakat milik negara, jangan kan tanah yang kami tempati, jiwa raga kami pun siap diberikan kalau memang Negara membutuhkan,”ucap nya

Lanjutnya, “kenapa hanya 2 rumah itu sajah yang harus di kembalikan ke Negara, masih banyak rumah-rumah yang berdiri dengan terang-terangan di tanah negara,”

Tambahnya, “tolong kami hanya masyarakat Bodoh”tutup nya. Red Msp Heri.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published.